RoswitaPL.com: Metode 5D, Untuk Lawan Pelecehan di Ruang Publik

Sabtu, 19 Juni 2021

Metode 5D, Untuk Lawan Pelecehan di Ruang Publik

Senang banget, jumat (18/06/2021) kemarin berkesempatan untuk mengikuti webinar dengan tema "Lawan Pelecehan di Ruang Publik Dengan Pelatihan 5D". Webinar ini diselenggarakan oleh Kumparan bekerjasama dengan L'oreal Paris , Hollaback , dan Komnas Perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa semakin banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di ruang publik yang kini terekspos di masyarakat. Salah satu kasus contohnya, yang kemarin sempat ramai di twitter mengenai fans salah seorang penyiar yang minta foto bareng tapi malah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Dan mirisnya bukannya dibantu tapi orang sekitarnya malah menyoraki, walau akhirnya ada satu orang waras yang menolong. Ini menandakan masih banyak orang yang tidak mengetahui batasan atau lingkup yang termasuk pelecehan seksual itu seperti apa. Nah kali ini aku mau share beberapa materi di webinar yang menurut aku OK banget nih materinya. So, langsung aja ya!


metode 5D, lawan pelecehan, pelecehan seksual, kekerasan ruang publik, pelecehan

Ternyata tanpa kita sadari banyak yang biasa terjadi di sekitar kita , namun kita gak tau bahwa ternyata itu bagian dari pelecehan seksual. Nah loh! Kok bisa? Karena memang ini bahasan yang berat dan masih tabu untuk di bahas bagi beberapa pihak. Padahal, kekerasan seksual adalah isu utama yang menerpa perempuan. Yang dimaksud dengan pelecehan seksual disini bukan hanya pemerkosaan, tapi ternyata ada beberapa hal yang termasuk pelecehan seksual :

jenis pelecehan seksual, pelecehan seksual, pelecehan, sexual harrasment

Acara ini salah satu pengisinya adalah Hollaback Jakarta. Hollaback ini adalah suatu gerakan global yang di mulai pada tahun 2016 untuk menghentikan pelecehan di ruang publik. Dan menciptakan ruang aman untuk berbagi cerita mengenai kekerasan yang di alami.  Hollaback ini gerakan pertamanya dari Amerika di tahun 2005. Antusias pesertanya luar biasa menurutku di room aku aja pesertanya ada hampir 300 peserta, aku room 3, dan temen aku di room 6. Aku gatau ada berapa room. Tapi yang jelas banyak banget yang ikut acara ini, dan memang materinya sebagus itu. 😍

Pelecehan seksual sendiri memiliki dampak yang serius kepada korban. Baik dari segi Psikologis & Kesehatan Mental, Sosial & Finansial, juga Komunitas. Bicara tentang pelecehan seksual, aku sendiri sempat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan di bangku SMP. Saat itu tidak banyak akses cerita seperti sekarang, papah baru meninggal dan mamah sibuk bekerja. Saat itu aku hanya berbekal insting bahwa ini tidak benar. Dan aku di dampingin sahabatku saat itu, kami berniat mengadukannya ke kepala sekolah. Karena setelah aku cari tau , ternyata yang mengalami perlakuan kurang mengenakan itu bukan hanya aku saja. Setelah mengumpulkan mental dan keberanian aku coba  menceritakannya kepada kepala sekolahku yang kuanggap adalah "orangtua yang bisa di percaya". Namun bukan mendapat perlindungan, saat itu dengan wajah yang kurang menyenangkan dia malah balik bertanya, "Tapi kalian ga nolak kan?"

PENGEN BERKATA KASAR.

Jujur, mentalku dan temenku sempet down saat itu. Tapi kami ga mundur. Akhirnya kepala sekolah setuju, orang itu mendapat ganjarannya. Setelah ikut acara kemaren sempet nangis. Merenung ingat lagi pengalaman SMP itu. Cerita lagi sama suami, suamiku tau betul cerita ini , karena aku cerita saat taaruf pengalaman yang bikin trauma. Takut sama cowok yang suka sama aku. Bahkan klo ketemu "pelaku" (sampe saat ini dia gatau kalau dulu dia diberhentikan jadi pembina gara-gara laporanku dan temen-temen.) aku sok cool, padahal abis itu gemeteran ketakutan ga karuan (pas SMA ketemu kalo lomba antar sekolah). Seusai acara, aku langsung nepuk-nepuk pundak sendiri dan ngomong sama diri sendiri , "Terimakasih diriku sudah kuat dan mau berjuang di umur semuda itu. Kamu hebat diriku!". Jujur pas nulis blog ini juga bawaannya pengen nangis. Hanya Allah lah yang bisa ngasih kekuatan. Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi , Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung. Terima kasih juga untuk pak suami yang selalu support istri 😘😘 Love you...

 

dampak-pelecehan-seksual-pada-psikis-dan-fisik


Dampak dari pelecehan seksual tidak main-main, bisa menyerang Psikis, Mental, bahkan Fisik dari korban itu sendiri. Berikut adalah dampak trauma pelecehan seksual yang aku kutip dari artikel halodoc .

1. Dampak Psikis & Mental

  • - Mudah marah.

  • - Merasa selalu tidak aman.

  • - Mengalami gangguan tidur.

  • - Mimpi buruk

  • - Ketakutan.

  • - Rasa malu yang besar.

  • - Syok.

  • - Frustasi.

  • - Menyalahkan atau mengisolasi diri sendiri. 

  • - Stres.

  • - Depresi

  • - Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)  

 

 2. Dampak Fisik

Tekanan mental yang memicu stres berat ini bisa menimbulkan beragam gejala pada fisik. Mulai dari nyeri otot, sakit kepala, bahkan masalah kesehatan fisik kronis, seperti tekanan darah tinggi dan masalah dengan gula darah. Hal ini terjadi karena bagian otak manusia dan tubuhnya saling terkait. Sehingga rasa stress dapat memicu munculnya penyakit. 

Ini buat aku relate sih , karena aku kalo lagi mau meeting sama customer ato ada acara apa gitu kayak ujian or presentasi. Perut aku bawaanya mules ato bisa juga jadi batuk-batuk paling parah mual-mual 😂. Ada yang gitu juga ga nih kalo lagi stress?? Kalo ada. Sharing cerita dong di kolom komentar 😊.

 

jenis pelecehan seksual, pelecehan seksual, pelecehan, sexual harrasment

 

Namun apa yang aku alami saat SMP, merupakan sebagian kecil dari respon yang tidak diharapkan dari lingkungan sekitar. Terkadang orang enggan untuk menjadi orang pertama yang menolong korban kekerasan di ruang publik. Menurut pembicara hal ini dimanakan "bystandar effect" , ini membuat kerumunan orang menunggu orang lain terlebih dahulu untuk membantu. Dan memang, membutuhkan keberanian untuk menjadi yang pertama melakukan sesuatu. Karena adanya rasa khawatir dan takut untuk ikut campur urusan oranglain. Berikut beberapa alasan yang menjadi kekhawatiran seseorang untuk menolong/membantu/mengintervensi dari kasus pelecehan seksual.

 

jenis pelecehan seksual, pelecehan seksual, pelecehan, sexual harrasment




jenis pelecehan seksual, pelecehan seksual, pelecehan, sexual harrasment



Nah webinar ini para peserta diberikan materi tentang 5D untuk menghentikan dan mencegah tergadinya pelecehan seksual. Kami juga diberikan beberapa studi kasus untuk sharing kira2 dari 5D ini yang manakah yang akan kami pilih.

1. Dialihkan
Mengalihkan perhatian pelaku, dengan bertanya apa saja sebagai pengalihan. Misal "jam berapa sekarang?". Tujuannya untuk menjauhkan korban dan pelaku. Untuk yang satu ini aku pernah nonton di youtube channelnya Rachel G., kalau ada korban pelecehan seksual yang saat akan diperkosa dia pura-pura kesurupan, akhirnya dia selamat.

2. Dilaporkan


Minta bantuan orang lain. Cari pihak berwenang (Seperti satpam, Guru, atau Supir Bis) dan minta batuan mereka. Tanyakan keadaan korban. Kamu bisa tanyakan mereka jika mereka mau kamu telepon polisi.

3. Dokumentasikan


Video insiden dapat membantu korban, namun perhatikan juga kebijakan mengenai dokumentasi di ruang public. Beberapa tips untuk mendokumentasikan pelecehan :

  • Jaga Jarak
  • Dokumentasikan tanda-tanda sekitar yang dapat mengidentifikasikan lokasi
  • Sebutkan hari dan jam
  • Ikuti peraturan mengenai dokumentasi dan penyebaran informasi pelecehan

4. Ditenangkan


Setelah insiden berlalu tanyakan keadaan korban. Kita bisa bertanya :

  •  Mau aku dudu bersamamu?
  • Mau aku temani kemana?
  • Apa yang kamu butuhkan?

5. Ditegur


Pastikan keamanan kita terlebih dahulu.  Tegur pelaku, lakukan secara tegas dan jelas. Kita juga bisa menanyakan secara langsung kepada korban mengenai apa yang terjadi. 

"Apakah kamu baik-baik saja?"

"Perlu kupanggilkan bantuan?"

"Mau keluar dari sini?"

Itulah metode 5D yang dapat digunakan untuk menghentikan atau mencegah terjadinya pelecehan seksual di ruang publik. Pembicara juga menegaskan bahwa sebelum kita melakukan intevensi, kita harus yakin betul akan keamanan kita sebagai penolong. Jika tidak yakin, cobalah cari bantuan. Kira-kita dari langka-langkah diatas manakah  hal yang akan kamu lakukan ketika menemukan pelecehan seksual di ruang publik? Komen di kolom komentar ya 😉



jenis pelecehan seksual, pelecehan seksual, pelecehan, sexual harrasment



1. Percaya Insting
 

 

Dengarkan kata hati kita sendiri. Karena tidak ada respon yang "benar" dan "paling pas" menghadapi pelecehan. Namun riset menunjukkan bahwa memberikan sebuah respon (entah responnya sekarang atau nanti) dapat mengurangi trauma yang disebabkan karena mengalami pelecehan. Dan jika kita memutuskan untuk melakukan intervensi, maka lakukan itu untuk diri kita sendiri.

2. Rebut Kembali Ruang


Putuskan caranya jika kita ingin merespon kejadian tersebut. 

  • Bilang ke pelaku untuk STOP karena itu melanggar hak kita
  • Tarik perhatian orang sekitar dengan menceritakan apa yang kita alami
  • Mintalah tolong untuk mendokumentasikan kejadian ini

 

3. Latih Ketangguhan



Ada sebuah kekuatan yang muncul ketika kita mengakui bahwa pelecehan itu pengalaman yang menyakitkan. Justru jangan dipendam / ditelan sendiri bahkan menganggap kalau itu tidak pernah terjadi. Sebaliknya, perhatikan/ jaga diri kita sendiri. Ceritakanlah pada teman yang kita percaya. Atau bisa juga mendokumentasikan pengalamanmu menggunakan Hollaback! App, tarik nafas dalam-dalam dan ingatlah bahwa kita itu kuat!

 

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari marabahaya seperti kejahatan seksual ya. Aamiin Allahumma Aamiin. #westandup

 



 

15 komentar :

  1. pelecehan banyak di alami perempuan ya mba. tapi gimana kl yang mengalami ini adalah laki2? ada lho aku pernah liat di youtube public figure gitu, mereka sih terkesan becanda, tapi si cewe pegang2 cowo

    BalasHapus
  2. Terimakasih sharingnya mba.. semoga selalu dilindungi Allah. Mungkin kalau ditanya hampir sebagian besar wanita pernah mengalami y meskipun hanya siulan atau bahkan dilihatin dengan pandangan yg kurang enak

    BalasHapus
  3. Terima kasih sharingnya. Memang kita harus melatih insting dan belajar menjaga diri, terutama wanita.
    Jaman sekarang gak anak gak dewasa atau sudah tua, pantang liat lawan jenis.. Iseng aja. Awal iseng lama-lama bablas. Harus di lawan

    BalasHapus
  4. Informatif mba artikelnya. Tentang seksual memang sering dianggap tabu sih padahal perlu diedukasi sejak dini supaya tahu mana yang bisa dikategorikan sebagai pelecehan. Terkadang karena ketidaktahuan tsb, si korban tidak bertindak apa2, pun dengan org di sekitar yg melihat pun tidak melakukan intervensi, seperti itu diantaranya. Semoga kota semua lebih aware ya thd apa saja yg mnjadi kategori pelecehan seksual agar terhindar dari kasus2 pelecehan, berlaku untuk perempuan mauoun laki2.

    BalasHapus
  5. Makasih sharingnya, Mbak. Hal-hal seperti ini yang perlu diketahui banyak orang. Masih banyak orang yang menganggap pelecehan seksual lewat kata-kata itu hanya sebagai candaan. Miris.

    BalasHapus
  6. Waa senengny baca artikel mbak Ros.. bener mbak hal-hal ini penting banget ya untuk kita para perempuan yang kadang malu kalau mau berbicara tentang pelecehan seksual yang terjadi disekitar kita.. apalagi dalam balutan lelucon.. duh greget banget kalau dengernya..karena kadang yang melakukan pelecehan jg ngga sadar sudah ngelakuin, jd buat berani untuk menegur..

    Suka banget topiknya ini mbak, terima kasih sudah sharing informasinya

    BalasHapus
  7. Salut dengan pengalaman pribadi mba, ga bisa membayangkan saat masih smp ada mengalami kejadian yang tidak menyenangkan hingga sampai trauma. Dan lebih shock nya lagi adalah reaksi pertama kepala sekolah nya. Semoga selalu dilindungi Allah SWT ya mba

    BalasHapus
  8. kasus pelecehan ini sebenernya jadi agak blur sih ketika terjadi di tempat kerja atau lingkungan yang banyak cowonya, sementara kita cewe sendiri. aku pernah jadi satu-satunya cewe di lokasi kerja, dan ga jarang denger guyonan cowo2 yang kalo dipikir2 itu masuk ke pelecehan. tapi cowo2 itu temen baik kita yang bisa jadi niat mereka itu cuma becanda biasa aja, ga ada niat untuk melecehkan. tapi tetep, bisa masuk ke kategori pelecehan.

    BalasHapus
  9. Loh ... Akunkaget baca poin jenis pelecehan seksual. Itu terjadi di sekitar dan dianggap biasa, loh.

    BalasHapus
  10. iya ya lagi rame bangetnih masalah pelecehan seksual seperti ini, yang paling dirugikan sbnrnya adalah pihak perempuannnya.

    BalasHapus
  11. kalau enggak tahu, kadang enggak sadar kalau mengalami pelecehan. dan lagi, banyak dari wanita, justru jadi 'freez' gitu, enggak bisa berbuat apa2 saat terjadi. huhuhu ... enggak cuma diri sendiri yg harus aware, tapi orang di sekitar juga harus peduli. pokoknya saling jaga lah. terima kasih informasinya, mbak

    BalasHapus
  12. Paling benci tu cat calling. Sok siul2 kalo ada cewek lewat. Eh orang2 cuma ketawa2 aja liatnya padahal itu kan bentuk pelecehan juga ya mbak

    BalasHapus
  13. Bagus banget artikelnya mba. Aku pun suka kesel, karena aku doyan banget jalan kaki dan kalau lewatin kumpulan cowok suka disiul-siul, atau suka dipanggil "neng neng" aku risih aku cuekin, tapi mereka malah ngatain aku sombong padahal sebenarnya takut. Kita harus lawan. Seperti mba yang berani lapor, hebat banget mba salut!

    BalasHapus
  14. Ya ampun sering banget wanita dilecehkan dan sangat disayangkan pendidik yang diberikan laporan responnya seperti iti. Tapi syukurlah akhirnya beliau dapat mengambil kebijakan yang tegas. Semoga dengan semakin terbukanya wawasan anak anak dan orang tua, kasus2 seperti ini dapat dieliminir (walau sampai saat ini masih banyak cerita serupa). Apakah setiap anak cewek harus diberikan bekal latihan bela diri untuk dapat melindungi diri mereka sendiri ya?

    BalasHapus
  15. Sedih bacanya say malah pelapor dirundung seolah suka dengan pelecehan yang dialami, padahal gimana mau nolai, sudah ketakutan duluan huhu...harus lebih banyak yang membahas dan speak up tentang topik ini biar tak ada lagi korban selanjutnya...

    BalasHapus

Yuk Diskusi Disini...^^

Back to Top