gtag('config', 'G-79B5EEGJ1S');

RoswitaPL.com: menikah

Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2021

Refleksi 2021 : Menuju 2022 yang Glow Up!

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Hola moms... Hola amigos...Belakangan ini jarang posting karena ternyata dunia kerja di akhir tahun itu tidak baik-baik saja. Hahaha... Dimulai dari perbaikan Audit Internal Kimia yang gak kelar-kelar. Persiapan Akreditasi yang muasih buanyaaakkk (Bismillah 2022 Maret kelas plissss...). Sampe kemaren serumah sakit gantian. Dari Haura... terus Suami... Mamah...terakhir aku. Dan aku kena alergi dingin tiba-tiba pake BANGET! Padahal dari zaman kecil sampe muda ga ada alergi apa-apaan ujug-ujug alergi dingin. Gejalanya? Batuk-batuk tiap badan kerasa dingin, hiks... Sedih, mulai dari oktober sampe sekarang bolak balik puskesmas berobat. Kadang mendingan , kadang parah. Jadilah kegiatan ngeblog yang harusnya konsisten minimal seminggu 1 posting terbengkalai. Maafkan ya blogku... πŸ˜”

Sebenernya belakangan ini banyak yang pengen diceritain dari perkembangan Haura. Kerjaan. Impian. Ampe review skincare. Kayaknya kalau mau diceritain bakal gak jelas deh, musti di baha satu persatu. Nah kali ini aku mau refleksi tentang perjalanan dan impian aku di 2021. Mulai dari impian sendiri sampai impian keluarga.

Minggu, 25 April 2021

"Jodoh" Versi Traffic Light


Sebenernya ini aku lagi ngere-write tulisan lama. Kita bahas aja lagi karena asik aja buat dibahas πŸ˜†. Tulisan ini dulu aku buat pas lagi masa galau-galaunya karena pas lulus kuliah udah mulai nerima undangan nikah. Dari mulai temen TK sampai kuliah. Dari undangan satu menuju undangan lain pasti yang ditanya "Kapan nyusul?". Kemudian galau πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Hayo ngaku ada yang samaan ga sama aku. Saat itu berkali-kali jadi panitia nikahan temen tapi tetep hilal jodoh belum keliatan. 

Nah...Tulisan ini justru ide datangnya unik abis. Yaitu pas macet lampu merah....berubah jadi kuning...berubah jadi ijo.....hingga akhirnya merah lagi... Tiba-tiba terlintas ide tulisan ini.... Untuk para pencari jodoh coba disimak ya.

Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels
Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels


Perjalanan kita bertemu jodoh itu kayak Traffic light.... Ada beberapa kondisi yang mirip, ga percaya? Nah ini dia pembahasan reportase ala wita...


Pertama, pernah ngalamin ga ? Kondisi dimana saat kalian berkendara *kalo saya mah naik motor, jadi pas lampu merah suka bengongπŸ˜‚* dan macet ga jelas di lampu merah. Udah 2 Kali lampu hijau tapi tetep belum kebagian jatah maju.


Nah... Sama seperti jodoh..

Minggu, 24 Januari 2021

Ta'aruf (Part 3) : Fit And Proper Test

Di Part ini aku akan bahas proses ta'aruf selanjutnya setelah pertemuan pertama. Tentunya semakin kesini semakin mendekati tahapan pernikahan ya. Dimana A Fahru akan kerumah untuk bertemu dengan mamah mengutarakan maksud untuk mengkhitbah (meminang) aku. Namun ternyata mamah ngasih semacam rintangan sebelum tahap pertemuan 2 keluarga besar. Maka dari itu part ini aku kasih judul "Fit And Proper Test". Kira-kira rintangannya apa ya? Bisa ga ya? Kita langsung masuk ke ceritanya ya.πŸ˜‰

 Buat yang baru baca part 3, baiknya baca dulu part sebelumnya biar nyambung ya. Part 1 ceritanya tentang proses waktu mamah ACC CV Ta'aruf dari A Fahru. Dan di Part 2 di ceritakan tentang proses pertemuan pertama kami didampingin guru ngaji masing-masing. 


Baca juga : Ta'aruf (Part 1) : CV di ACC Mamah!

Baca juga : Ta'aruf (Part 2) : Pertemuan Pertama!

 

 

Gambaran rintangan proses taaruf
Photo by Interactive Sports on Unsplash
 

 

Tahapan Ta'aruf

 

 

 

Jadi setelah pertemuan pertama. Kami masih beberapa kali saling kirim email via Teh Linda dan Kang Rizal. Walau kami berdua sudah sepakat untuk komitmen kearah yang serius, tidak serta merta komunikasi kami menjadi bebas semaunya. Selama proses ta'aruf komunikasi kami berdua masih difasilitasi guru ngaji kami masing-masing. Kenapa? Untuk menjaga proses agar terhindar dari fitnah. Untuk menanyakan atau menyampaikan yang harus disampaikan sebelum proses ta'aruf selanjutnya, khitbah. 

Di email aku sempet menyampaikan kalau pasti akan jutek sama A Fahru selama proses. Kenapa? Jadi sebelum ta'aruf aku sebenernya udah bilang ke Teh Linda kalau bisa ta'arufnya aku duluan aja yang OK sama ikhwannya , aku ga masalah di tolak (kalau nantinya ikhwannya ga OK sama aku). Karena kalau ikhwannya dluan "ada rasa tertarik" akunya pasti gamau (Haha..bukan jual mahal ye! Beda!). Karena aku ada pengalaman traumatis sama cowok yang duluan suka sama aku. Jadi kalau sama cowo yang suka sama aku, AKU OTOMATIS JUTEK, GALAK, NGEJAUH

Traumanya kenapa? Nantilah kalau aku mau aku bahas. Hehe. 

Karena aku dan A Fahru mau ke tahap selanjutnya, aku ceritain ke A Fahru via email lewat Teh Linda.  Dan, MasyaAllah , A Fahru siap untuk dijutekin dan di galakin. Dia gamasalah katanya. Dan bener kok selama proses aku sering block kontak dia, telepon dia aku reject WAHAAHAHA....πŸ˜‚ Pernah nih, 2 minggu sebelum menikah aku sakit, dan dia jenguk ke rumah bawa buah, aku gamau nemuin, akhirnya mamah yang ketemu. Mau ngomong h-2 nikah aja pas meeting sama panitia, mejaku kututup pake tumpukan dus air mineral biar ga liat muka dia! SEBEGITUNYA SERIUS! πŸ˜‚

Haura perjuangan ayah mendapatkan bunda begitu KERAS!πŸ˜‚

Senin, 18 Januari 2021

Ta'aruf (Part 2) : Pertemuan Pertama!

Melanjutkan part sebelumnya tentang proses ta'arufku dan suami. Kalau sebelumnya dijelaskan tentang proses pertukaran CV ta'aruf. Banyak yang tanya di postingan sebelumnya. Kenapa sih pakai CV dalam proses ta'aruf? Jadi tahapan pertama dalam prose ta'aruf memang bertukar CV isinya memang persis kayak mau ngelamar kerja, bedanya ini untuk ngelamar anak gadis orang! Hehe.
 
Bedanya ada visi dan misi tentang pernikahan, juga gambaran tentang keluarga masing-masing. Fungsinya? Biar ga kayak beli kucing dalam karung dong! πŸ˜‰ Makanya proses ta'aruf baiknya di bantu oleh orang yang dapat mempertanggung jawabkan kedua belah pihak (di prosesku di bantu oleh guru ngaji kami), karena yang dijodohin bukan kucing persia, tapi manusia.😊

 

<span>Photo by <a href="https://unsplash.com/@zane404?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Zane Lee</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/meeting?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></span>
Photo by Zane Lee on Unsplash

 

Proses Ta'aruf
Seminggu setelah email dari teteh murobbi (guru ngaji aku), Teh Linda. Kita berdua akan bertemu untuk memaparkan visi misi rumah tangga masing-masing (sudah tertera di CV sebenarnya, jadi kali ini semacam wawancara tahap 1 lah klo di dunia kerja πŸ˜…). Jadi sebelum pertemuan kita diminta untuk meyiapkan pertanyaan - pertanyaan seputar pribadi , keluarga, dan gambaran pernikahan yang dinginkan. Sempet blank sih soalnya kan ini baru pertama lolos sampe tahap pertemuan (yang sebelum-sebelumnya baru ampe tahap tukar CV aja soalnya tapi udah ga ACC mamah .). 

Akhirnya dibimbing sama Teh Linda, dikasih contoh pertanyaannya. Aku bikin draft pertanyaan (kerenkan mau nanya aja pake draft πŸ˜‚) aku revisi ke mamah, khawatir ada pertanyaan titipan dari mamah , dan revisi tahap akhir ke Teh Linda. Mau nanya aja, kayak bimbingan skripsi πŸ˜‚. Yaiyalah! Ini soal urusan sekali seumur hidup, gabisa main-main harus ditanya sampe akar-akarnya. Harus bikin list pertanyaan!

<span>Photo by <a href="https://unsplash.com/@aaronburden?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Aaron Burden</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/question?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></span>
Photo by Aaron Burden on Unsplash
 

Sabtu, 09 Januari 2021

Ta'aruf (Part 1) : CV di ACC Mamah!

Dari kemarin mau nulis ini (rasanya lagi mood bahas proses ta'aruf dulu). Taaruf  artinya adalah perkenalan. Perkenalan yang aku bahas adalah perkenalan yang dilakukan sebelum menikah, bukan pacaran karena ta'aruf sendiri punya rambu-rambu yang harus dipenuhi untuk menjaga keberkahan dalam proses menuju pernikahan. Jadi saat kita menyatakan siap untuk ta'aruf artinya kita siap untuk melakukan proses serius menuju pernikahan, ga boleh main-main ya πŸ˜’.


taaruf, proses taaruf,biro jodoh
Photo by Fabrizio Verrecchia on Unsplash

Kalau bahas jodoh , aku ibaratin kayak traffic light, dulu aku pernah bahas di blog aku disini. Kadang kita harus paham kode yang Allah kasih, kapan harus maju, mundur, atau diam karena belum saatnya. Kisah aku sama suami kurang lebih dari awal lampunya sudah Ijo (Ya memang jodoh!πŸ˜‚ InsyaAllah dunia akhirat. Aamiin) Oh iya moms,dari dulu aku suka kalimat di lagu film Ayat-Ayat Cinta yang potongan liriknya ini,

"Jika memang takdir cinta pasti bertemu, meski kau dan aku ada diujung dunia."

Karena memang aku sama suami ada di dunia yang beda. Kampus beda, daerah kerja beda, passion beda, ga ada korelasinya. Jadi pas awal memang aku sulit banget nerima keberadaan dia dalam hidup aku. Kalau panitia nikahan aku sama Aa Fahru pasti ikutan gereget deh pas kita proses hahaha. Karena memang aku yang nikah mereka yang khawatir. Apalagi mamah liat anaknya yang ajaib. Jujur moms, ini aja aku nulis sambil senyum-senyum geli inget masa-masa itu. πŸ˜†

Back to Top